Cara Kerja Kerja Monitor CRT, LCD, LED, PLASMA, DAN OLED

Cara Kerja Monitor

     Fungsi Monitor adalah untuk menampilkan video dan informasi grafis yang dihasilkan dari komputer melalui alat yang disebut kartu grafis
( VGA Card ).


1) CRT (Cathod Ray Tube)
     Tabung sinar katoda (bahasa Inggris: cathode ray tube atau CRT) yang ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi dan oskiloskop.
Cara Kerja Monitor CRT
     Elektron ditembakkan dari belakang tabung gambar menuju bagian dalam tabung yang dilapis elemen yang terbuat dari bagian yang memiliki kemampuan untuk memendarkan cahaya. Sinar elektron tersebut melewati serangkaian magnet kuat yang membelok-belokkan sinar menuju bagian-bagian tertentu dari tabung bagian dalam.
     Begitu sinar tersebut sampai ke bagian kaca tabung TV atau monitor, dia akan menyinari lapisan berpendar, menyebabkan tempat-tempat tertentu untuk berpendar secara temporer.
     Setiap tempat tertentu mewakili pixel tertentu. Dengan mengontrol tegangan dari sinar tersebut, terciptalah teknologi yang mampu mengatur pixel-pixel tersebut untuk berpendar dengan intensitas cahaya tertentu. Dari pixel-pixel tersebut, dapat dibentuklah gambar.
* Kelebihan CRT:
    - Warna lebih akurat atau hampir sama dengan aslinya
    -   resolusi monitor fleksibel
    - Perawatannya mudah, jika rusak dapat diservis
    - Harga lebih murah
* Kekurangan CRT:
    - Konsumsi listrik lebih besar
    - Efek radiasi lebih besar
    - Dimensi besar dan berat

2) LCD ( Light Crystal Display)

     Monitor LCD menggunakan teknologi sejenis kristal liquid yang dapat berpencar. Karena mempunyai bentuk yang pipih, monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portable. Selain itu, pada LCD brightness ratio-nya telah menyentuh angka 350 : 1.
Cara Kerja Monitor LCD
     Cara kerjanya sebagai berikut : kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus spektrum cahaya dengan warna yang berbeda. Beberapa ratus spektrum cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.
     LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat. Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat misal sedang memutar film akan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.
* Kelebihan LCD
    - Karakter Bright yang nyaman dimata serta bebas distorsi
    - Tidak bergantung pada refreshrate
    - User Friendly
    - Hemat Listrik
    - Ukuran yang ringkas, ringan, serta lebih keren
* Kekurangan LCD
    - Viewing angle terbatas, colour depth terbatas dan gradasi warna kurang
    - Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya
    - Response time dan ghosting
    - Warna kurang akurat
    - Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel

3) LED ( Light Emitting Diode )
     LED menggunakan cahaya pancaran diode (light emitting diode) sebagai sumber cahaya televisi. LED menggunakan diode untuk membuat banyak vibrant dan image yang berwarna-warni. Warna hitam akan menajadi benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu, dan warna LED Televisi LED memiliki kontras rasio 500,000:1, juga refresh rate yang tinggi untuk membantu menonton acara yang penuh dengan gerakan seperti olahraga dan film. 
   Kita sudah tau bahwa LED adalah dioda, sehingga memiliki kutup ( polar ). Arah arus konvensional hanya dapat mengalir dari anoda ke katoda. Dan bagaimana kita dapat membedakan kutup-kutupnya? Perhatikan bahwa 2 kawat ( kaki ) pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda.
     Ada cara lain lagi, yaitu jika kamu melihat dari atas, kamu akan mengetahui ada sisi yang datar. Sisi yang datar itu adalah katoda. Jika kamu lihat ke dalamnya, kamu dapat membedakannya berdasarkan bentuk yang terlihat.
      Dan bagaimana dengan LED bertipe surface mount ( SMD )?
Prinsip kerjanya masih sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Ada beberapa cara yang berbeda untuk menandai kutup dari LED SMD, Jadi cara yang terbaik adalah mengecek pada datasheet. 
* Kelebihan Monitor LED
    -  Konsumsi listrik yang lebih hemat dibandingkan dengan LCD
    -  Kontras gambar yang sangat tajam hingga jutaan pixels
    -  Usia pemakaian LED lebih pajang
    -  Dimensi monitor yang sangat tipis
    -  Pencahayaan lebih baik dibandingkan LCD


* Kekurangan Monitor LED
    -  Harga lebih mahal dibandingkan LCD
    -  Layar LED yang lebih tipis cenderung lebih sensitif

4) Plasma Gas

     Plasma gas menggunakan fosfor untuk menghasilkan cahaya seperti halnya CRT.
Cara Kerja Monitor Plasma Gas
     Pada plasma gas, tiap sel warna memiliki gas yang bertekanan rendah yang terletak di belakangnya. Hal ini membuat layar plasma gas berpendar tanpa perlu adanya bantuan cahaya dari belakang layar. Kontras pada plasma gas akan lebih baik dibandingkan LCD.
     Tampilan pada monitor plasma gas dapat dibuat lebih besar dibandingkan LCD. Selain itu, sudut pandang pada plasma gas dapat selebar CRT.
* Kelebihan:
    - Display plasma hampir menyerupai kemampuan monitor CRT
    - Reproduksi warna sangat baik
    - Hampir tidak ada response time dan sudut pandang (viewing angle ) sangat baik
    - Plasma juga tidak menunjukkan gambar kabur, umumnya seperti di banyak LCD
* Kekurangan:
    - Memiliki ukuran pixel pitch yang besar, yang artinya memiliki resolusi rendah atau
        meski resolusi tinggi, ukuran monitor haruslah besar dan bobot yang sangat berat
    - Konsumsi daya dan operasional suhu yang tinggi
    - Cell plasma untuk perwakilan tiap pixel gambar hanya memiliki fungsi on/off
        sehingga reproduksi warna jauh lebih terbatasi lagi dibandingkan tipe CRT
        ataupun LCD

5) OLED (Organic Light Emitting Diode)

     Organic Light Emiting Diode (OLED), memanfaatkan teknologi diode sehingga bisa menggantikan neon fluorescent.
     Teknologi OLED ditemukan perusahaan Eastman Kodak, Dr. Ching W. Tang pada tahun 1979. Riset di Indonesia mengenai teknologi ini dimulai pada tahun 2005. OLED diciptakan sebagai teknologi alternative yang mampu mengungguli generasi tampilan layar sebelumnya.
Cara Kerja Monitor OLED
     Mekanisme kerja OLED yaitu jika pada elektroda diberikan medan listrik, fungsi kerja katoda akan turun dan membuat elektron-elektron bergerak dari katoda menuju pita konduksi di lapisan organik. Keadaan ini mengakibatkan munculnya lubang (hole) di pita valensi. Anoda akan mendorong lubang untuk bergerak menuju pita valensi bahan organik. Keadaan ini mengakibatkan terjadinya proses rekombinasi elektron dan lubang di dalam lapisan organik dimana elektron akan turun dan bersatu dengan lubang lalu memberikan kelebihan energi dalam bentuk foton cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Pada akhirnya akan diperoleh satu jenis pancaran cahaya dengan panjang gelombang tertentu bergantung pada jenis bahan pemancar cahaya yang digunakan
* Kelebihan OLED
    - Kemampuan OLED untuk beroperasi sebagai sumber cahaya menghasilkan cahaya
        putih terang saat dihubungkan dengan sumber listrik
    - Tampilan OLED baru dan menarik. Layar terbuat dari gabungan warna dalam kaca
        transparan sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel;
    - Memiliki jangkauan wilayah warna, tingkat terang, dan tampilan sudut pandang
        yang sangat luas;
    - OLED memiliki waktu reaksi yang lebih cepat. Layar LCD memiliki waktu reaksi 8-12
        milisekon, sedangkan OLED hanya kurang dari 0.01 milisekon
* Kekurangan OLED
    - Kelembaban dapat memperpendek umur OLED. Bahkan kandungan organic
        di dalam OLED dapat rusak jika terkena air;
    - Dalam piranti OLED multi-warna yang ada sekarang, intensitas cahaya
        yang dihasilkan untuk warna tertentu belum cukup terang;
    - Harga produk yang cukup mahal sehingga masih belum terjangkau oleh kalangan
        umum.



0 komentar: